SABAR

*Tiga Bentuk Sabar* 🍀🌸

Bersabar itu bukan hanya kala musibah menyapa. Namun juga ketika kita mengerjakan kebajikan dan menjauhi keburukan.

Sabar untuk tidak menipu dan berdusta sebagaimana juga bersabar dalam menegakkan shalat dan berpuasa.

Kesungguhan bersabar untuk menundukkan hati dan pandangan dari perkara haram seperti pula sabar dalam berjihad.

Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala menjelaskan tiga bentuk sabar:

1. Bersabar dalam melakukan ketaatan
2. Bersabar untuk tidak mengerjakan perkara yang diharamkan
3. Bersabar kala menjalani takdir ketetapan Allah pada dirinya (Syarh Tsalatsatul Ushul: 24)

Lalu menjalani semua bentuk sabar itu dengan penuh kesabaran pula, tanpa merasa lelah hati dan tidak terucap keluh kesah.

Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala berkata: Sabar yang indah itu adalah seseorang yang bersabar tanpa mengeluh.

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ

Maka hanya dengan bersabar itulah yang terbaik (bagiku).. (QS Yusuf: 18)

🍀🌸🍀

Sumber : WA Grup

Iklan

Tauhid

Tauhid Rububiyah

Pengakuan bahwa Allah adalah Sang Pencipta, Pengatur alam semesta.

Tauhid Uluhiyah

Pengakuan bahwa hanya Allah saja yang berhak diibadahi. Menjadi pembeda antara orang musyrik dengan yang menauhidkan Allah

Perbekalan alat kantor

Dalam melakukan kegiatan kantor diperlukan adanya alat-alat atau barang-barang untuk mendukung dan mempermudah serta untuk digunakan dalam proses pelaksanaan kegiatannya. Pengadaan merupakan suatu bagian yang mengawali kelengkapan kebutuhan yang diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan kantor. Pengadaan Barang dan jasa secara umum dapat didefinisikan sebagai pengadaan atau pemasokan barang, layanan jasa pekerjaan bangunan atau konstruksi atau pekerjaan fisik lainnya atau konsultansi atas hal tertentu dengan suatu spesifikasi fisik yang ditetapkan pengguna barang atau jasa dan dalam pelaksanaanya diawasi oleh pengguna barang atau jasa tersebut.Berikut merupakan beberapa contoh perbekalan alat kantor :

contoh perbekalan kantor

Keadilan menurut Aristoteles

a. Keadilan komutatif (sama rasa tanpa melihat jasa yang telah dilakukan)
b. Keadilan distributif (sesuai dengan haknya/jasa yang telah dilakukan)
c. Keadilan konvensional (jika seorang warga negara telah melakukan/menaati peraturan)
d. Keadilan kodrat alam (memberikan sesuatu sesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita)
e. Keadilan perbaikan (jika seseorang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang tercemar)

Sumber belajar UTAMA

Belajar merupakan sebuah hal yang kadang kita sadari kadang pula tidak kita sadari. Belajar yang kita pahami adalah mendengar sebuah materi pelajaran, membaca buku dan mengerjakan soal. Tetapi semakin manusia tumbuh menjadi seorang yang dewasa maka barulah akan mengerti dimana sumber belajar yang sesungguhnya

Bukan hanya dari buku, guru atau ahli maupun tokoh yang telah mahir di bidangnya. Bukan pula dari teman-teman yang lebih pandai darinya. Bahwa sejatinya sumber belajar yang paling utama adalah pengalaman. Namun pengalaman pun juga hanya tak sebatas pengalaman pada diri sendiri, pengalaman orang lain pun bisa menjadikan sumber belajar kita

Bagaimana tidak, ketika kita di dunia ini melihat ke atas tentang kehidupan, maka dari situ lah kita akan belajar dan berusaha bagaimana menuju ke arah yang lebih baik, menuju derajat yang lebih membanggakan, menuju sukses yang nantinya bisa berguna bagi kehidupan sekitar. Ketika kita pun melihat ke bawah tentang kehidupan, kita diajarkan tentang apa arti bersyukur tentang adpa yang telah ada pada diri kita, tentang bagaimana empati kita membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan

Begitulah sejatinya sumber belajar, tentang bagaimana kita dalam setiap detiknya memaknai hidup.

Pentingnya Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menciptakan sumber daya – sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Sifatnya mutlak dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan Negara. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu sendiri.

Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia berlandaskan pada falsafah hidup bangsa, yaitu Pancasila. Bila kita kaji lebih jauh lagi apa yang diuraikan dalam Pasal 4 UUSPN No. 2 tahun 1989, maka kita dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia dimana Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Berikut merupakan video tentang pentingnya pendidikan :