RESUME MENDORONG VISI MENJADI AKSI DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT SEKITAR SEKOLAH

Judul Buku    : MENJADI KEPALA SEKOLAH PROFESIONAL

Bab                 : 5-7

Pengarang      : Dr. E. Mulyasa, M.Pd

Mendorong Visi menjadi Aksi

            Realita dari dahulu maupun sekarang setiap instansi maupun perusahan memiliki Visi. Guna menunjang penggapaian Visi tersebut diperlukan berbagai langkah-langkah dan strategi yang akan dilakukan, oleh karena itu peran pemimpin sangat diperlukan. Ketika berbicara tentang visi menjadi aksi dalam lingkup pendidikan maka tentu saja kemampuan kepala sekolah dalam memimpin sangat berpengaruh bagi suatu sekolah.

            Dinas Kependidikan telah menetapkan bahwa seorang Kepala Sekolah harus mampu melaksanakan pekerjaannya sebagai Edukator, Manajer, Administrator, dan Supervisior (EMAS).Selain itu dalam perkembangan sekolah yang dipimpinnya sosok kepala sekolah harus mampu menjadi Leader, Inovator dan Motivator (LIM).Jika digabungkan menjadi satu maka Kepala Sekolah harus melaksanakan pekerjaannya sebagai EMASLIM. Tidak hanya itu saja, karena Kepala Sekolah juga harus mampu menjadi Figur dan Mediator (FM) bagi perkembangan masyarakat di lingkungannya. Pelaksanaan pekerjaan tersebut akan selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Kepala Sekolah Profesional yang telah dipaparkan tersebutlah yang akan mampu mendorong Visi menjadi Aksi dalam manajemen pendidikan.

Kepala Sekolah sebagai Edukator

Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya.Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi (acceleration).

Untuk kepentingantersebut, kepala sekolah harus berusaha menanamkan, memajukan, dan meningkatkan sedikitnya empat macam nilai, yakni pembinaan mental (sikap batin dan watak), moral (ajaran baik buruk perbuatan), fisik (kondisi jasmani), dan artistik (seni keindahan).

Upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja sebagai educator, antara lain: Mengikutsertakan guru dalam penataran, Menggerakkan Tim Evaluasi Hasil Belajar Peserta Didik, dan Menggunakan waktu belajar secara efektif. Selain itu kepala sekolah sebagai edukator harus memiliki kemampuan membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan non guru, membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, kemampuan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta Kemampuan memberi contoh model pembelajaran dan bimbingan konseling yang baik.

Kepala Sekolah sebagai Manajer

Kepala sekolah sebagai manajer perlu mengetahui prinsip manajemen antara lain Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menujang program sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah bisa berpedoman pada asas tujuan dimana kepala sekolah harus menuntun warga sekolah untuk melaksanakan kinerja berdasar tujuan yang telah ditentukan, selain itu asas keunggulan dimana kepala sekolah harus menggerakkan agar instansinya unggul, asas mufakat dalam hal ini kepala sekolah harus menghimpun gagasan bersama, asas kesatuan, asas persatuan, asas empirisme, asas keakraban, dan asas integritas.

Kepala Sekolah sebagai Administrator

Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas pengelolaan yang bersifat pencatatan, penyusunan, dan pendokumenan seluruh program sekolah.

Secara spesifik, kepala sekolah harus mempunyai kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan dan kemampuan mengelola aadministrasi keuangan.

Kepala Sekolah sebagai Supervisior

Pengawasan dan pengendalian yang dilakukan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikannya khususnya guru merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan profesionlisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya mengajar; terutama dalam pemilihan metode pembelajaran, media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, serta mengetahui secara langsung kemampuan peserta didik dalam menangkap materi yang diajarkan.

Kepala sekolah sebagai supervisior dapat melakukan diskusi kelompok (untuk pemecahan masalah), kunjungan kelas (untuk mengetahui proses pembelajaran), pembicaraan individual (memberikan konseling), dan simulasi pembelajaran.

Kepala Sekolah sebagai Leader

Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akantercermin dalam sifat-sifat jujur, percaya diri, tanggung jawab, berani mengambil resiko dan keputusan, berjiwa besar, emosi yang stabil dan teladan.

Dalam implementasinya, kepala sekolah dapat dianalisis sifat kepemimpinannya yakni apakah pemimpin tersebut demokratis, otoriter atau laissez-faire. Pemimpin yang baik akan menggunakan sifat tersebut secara situasional maksudnya jika dalam suatu hal perlu dikeluarkan sifat otoriter maka diterapkanlah sifat tersebut begitu pula dengan sifat lainnya.

Kepala Sekolah sebagai Inovator

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan , mecari gagasan baru, mengitegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Kepala Sekolah sebagai innovator akan melakukan pekerjaannya secara konstruktif (mendorong untuk berkembang), kreatif (mencari gagasan baru), delegatif (mendelegasikan tugas sesuai job desk), integratif (mengaitkan semua kegiatan untuk mencapai tujuan), rasional dan obyektif, pragmatis (menetapkan target sesuai kondisi), keteladanan, dapat beradaptasi dengan situasi baru (adaptabel) dan fleksibel.

Kepala Sekolah sebagai Motivator

Sebagai motivator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motovasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya.Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyiapan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB).Selain hal tersebut Kepala Sekolah juga harus menjadi Figur (contoh dan teladan) bagi warga sekolah serta masyarakat sekitar.Peran sebagai mediator juga harus dilakukan kepala sekolah guna menengahi suatu permasalahan dan menyelesaikannya.

            Guna meningkatkan kualitas sekolah, kepala sekolah juga harus bekerja sama dengan Tenaga Kependidikan yang ada di sekolah tersebut. Pengembangan Tenaga Kependidikan dapat dilaksanakan dengan strategi umum yaitu dengan berdasarkan kebutuhan yang jelas, keprofesionalitasan dan meningkatkan kerja sama dunia pendidikan serta strategi khusus yang berkaitan dengan kesejahteraan, pendidikan prajabatan, rekrutmen dan penempatan tenaga kependidikan, peningkatan mutu tenaga kpendidikan, dan pengembangan karir tenaga kependidikan

Memberdayakan Tenaga Kependidikan

Konsep Pengembangan SDM

Dalam pendidikan, makna efisiensi harus di lihat secara internal dan eksternal ,sehingga analisis pengembangan sumber daya manusia kependidikan harus menggunakan teknik biaya efektif ( cost effecivennes ) dan teknik biaya manfaat ( cost benefit ). Pengembangan tenaga kependidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan strategi umum, antara lain:

  1. Pengembangan tenaga pendidikan harus berdasarkan kebutuhan yang jelas
  2. Dalam dunia pendidikan perlu senantiasa di kembangkan sikap dan kemampuan profesioanl
  3. Kerja sama dunia pendidikan dengan perusahaan perlu terus menerus di kembangkan.

Selain itu Pengembangan Tenaga Kependidikan juga dapat dilakukan dengan Strategi khusus (strategi yang langsung berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan pengelolaan tenaga kependidikan lebih efektif), antara lain:

  1. Dalam upaya kesejahteraan yang mencakup : gaji tenaga kependidikan senantiasa wajar dan di sesuaikan dengan kebutuhan,peningkatan kesejahteraan perlu di perhatikan dari semua pihak terkait dan pada daerah terpencil harus di beri imblalan yang lebih menarik.
  2. Pendidikan pra jabatan perlu di perhatikan aspek :sistem pendidkan,reorientasi program pendidikan dan pendidkikan tenaga kependidikan secara matang.
  3. Rekrutmen dan penempatan tenanga kependidikan harus berdasarkan seleksi yang berdasarkan mutu dan sejalan dengan otonomi daerah
  4. Peningkatan mutu tenaga kependidikan.
  5. Penembangan karier tenaga kependidikan.

Meningkatkan Produktivitas Sekolah

Kepala sekolah juga harus meningkatkan produktifitas sekolah. Produktifitas sekolah berkaitan dengan bagaimana menghasilkan lulusan baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sehingga pada akhirnya diperoleh lulusan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Dalam melaksanakan hal ini kepala sekolah sangat memerlukan kerja sama yang baik dengan tenaga kependidikan. Oleh karena itu kepala sekolah juga harus mengetahui produktivitas kinerja tenaga kependidikan dalam sekolah yang dipimpinnya. Menurut Thomas, produktivitas pendidikan mencakup Fungsi Manajerial, Fungsi Behavorial dan Fungsi Ekonomi.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekolah, antara lain melalui pembinaan disiplin tenaga kependidikan, pemberian motivasi, penghargaan (reward), dan persepsi.

Peningkatan produktifitas dan prestasi kerja dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku tenaga kerja kependidikan di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep dan teknik manajemen personalia modern. Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan sedikitnya mencakup tujuh kegiatan utama, yaitu perencanaan, pengadaan, pembinaan dan pengembangan, promosi dan mutasi, pemberhentian, kompensasi, dan penilaian.

Dalam kaitannya dengan peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan, perlu dipahami bahwa setiap kepala sekolah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik kepada tenaga kependidikan, dan harus berbuat baik. Kepala sekolah juga harus menjadi contoh, sabar, dan penuh pengertian. Fungsi pemimpin hendaknya diartikan seperti motto Ki Hajar Dewantara: Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani (di depan menjadi teladan, di tengah membina kemauan, di belakang menjadi pendorong/memotivasi)

Memberdayakan Masyarakat Sekitar Sekolah

Dengan memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah diharapakan tercapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu meningkatkan kinerja sekolah dan terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang produktif dan berkualitas. Masyarakat harus menjadi partner sekolah dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran, karena sangat penting dalam membentuk pribadi peserta didik.

Menggalang Partisipasi Orang Tua

Partisipasi orang tua merupakan keterlibatan orang tua secara nyata dalam suatu kegiatan. Partisipasi itu bisa berupa gagasan, kritik membangun, dukungan, dan pelaksanaan pendidikan.Dalam konteks MBS dan KBK, partisipasi orang tua sangat diperlukan, karena sekolah merupakan partner orang tua dalam mengantarkan cita-cita dan membentuk pribadi peserta didik. Untuk mendorong partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi kebutuhan sekolah dan partisipasi orang tua dalam program sekolah, melakukan komunikasi yang baik dengan orang tua serta melibatkan orang tua dalam rapat secara rutin agar mengetahui hal-hal tentang sekolah.

Menggalang Partisipasi Masyarakat

Beberapa cara yang dapat dilakukan kepala sekolah antara lain Melibatkan masyarakat dalam program sekolah yang bersifat sosial, Menarik dan melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut serta memilih waktu yang tepat untuk melibatkan masyarakat. Selain itu kepala sekolah juga dapat melakukan open house, menginformasikan kegiatan sekolah serta membuat program kerja dengan masyarakat.

Ada beberapa upaya untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam pendidikan di sekolah. Pertama, menawarkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mau berpartisipasi. Kedua, menawarkan hadiah bagi yang mau berpartisipasi. Ketiga, melakukan persuasi bahwa keikutsertaan masyarakat akan menguntungkan masyarakat sendiri. Keempat, menghimbau masyarakat untuk turur berpartisipasi. Kelima, menghubungkan partisipasi masyarakat dengan layanan sekolah yang lebih baik.

Mengembangkan Program Kewirausahaan di Sekolah

Jika ingin sukses mengembangkan program kewirausahaan di sekolah, maka kepala sekolah, tenaga kependidikan baik guru maupun non guru, dan peserta didik harus dilatih dan dibiasakan memiliki kepribadian wirausaha (Percaya Diri, Kreatif, Berfikir Positif, Orientasi ke depan, Berani, dll). Oleh karena itu, kepala sekolah harus mampu membimbing mereka untuk memahami dan mengembangkan sikap kewirausahaan sesuai denga tugas masing-masing.

Mengelola Perubahan di Sekolah

Dalam paradigm baru manajemen pendidikan, perubahan akan terjadi dan berjalan dengan baik, jika kepala sekolah mampu berperan sebagai pemimpin yang visioner, yang memiliki gambaran tentang sekolah yang dicita-citakan, serta mampu membimbing, medorong dan mengorganisasikan tenaga kependidikan, masyarakat, dan lingkungan sekitar dengan baik. Menurut Havelock (1996), empat fungsi agen perubahan yakni sebagai catalyst (meyakinkan), solution givers (mengingatkan), process helpers (membantu kelancaran), resource linkers (menghubungkan). Sedangkan Tahapan yang diperlukan dalam mengelola perubahan sekolah, antara lain :

  1. Menemukan masalah
  2. Mengkomunikasikan
  3. Mengkaji dan menganalisis
  4. Mencari dukungan (sumber lain)
  5. Mencoba langkah-langkah penyelesaian
  6. Menerima Perubahan

Peran Kepala Sekolah

Figur kepala sekolah professional harus mampu memimpin tenaga kependidikan di sekolah, agar bisa berkerja sama dengan orang tua dan masyarakat pada umumnya. Selain menjalankan tugas sebagai kepala sekolah juga dituntut untuk mampu menciptakan iklim yang kondusif demi lahirnya partisipasi dan kolaborasi masyarakat yang professional, transparan dan demokratis.

Peran Dewan Pendidkan Dan Komite Sekolah

            Dalam rangka memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekolah,peran dewan pendidikan dan komite sekolah adalah sebaqgai berikut :

  1. Memberi pertimbangan ( advisory agency )
  2. Mendukung ( supporting agency )
  3. Mengontrol ( controling agency )
  4. Mediator
  5. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat
  6. Melakukan kerjasama dengan masyarakat
  7. Menampung dan menganalisa aspirasi yang berkaitan dengan pendidikan
  8. Memberi masukan pertimbangan dan rekomendasi kepada pemerintah
  9. Mendorong orang tua dan masyarakat aktif dalam partisipasinya di pendidikan
  • Melakukan evaluasi dan perencanaan.

Kesimpulan

Dari hal-hal yang telah dibahas di atas, dapat diambil benang merah bahwa ketika sesorang menjadi kepala sekolah tentu akan memiliki Visi yang menjadi panduan dalam melaksanakan program kerja selama periode yang dijabatnya. Dalam menuju sebuah Visi diperlukan aksi untuk mencapainya, hal ini membutuhkan keprofesionalitasan Kepala sekolah tersebut sebagai Edukator, Motivator, Administrator,Supervisior, Leader, Inovator, Manajer, Figur dan Mediator. Untuk melaksanakan peran kepala sekolah tersebut, membutuhkan dorongan, dukungan dan partisipasi aktif dari tenaga kependidikan maupun masyarakat sekitar. Kepala sekolah dapat memberdayakan tenaga kependidikan dan masyarakat sekitar dengan caramemberikan motivasi kepada tenaga kependidikan agar selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar misalnya orang tua dan komite sekolah sehingga tujuan tercapai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s